Showing posts with label Serba-Serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba-Serbi. Show all posts

Keren! Taman Nasional Bunaken Menjadi Tema di Google Doodle

Situs pencari mesin pencari terbesar di dunia Google kali ini mengangkat tema Doodle "Taman Nasional Bunaken", Selasa 14 Agustus 2018.
Source: kaskus.co.id

Hal ini juga dikarenakan Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu objek wisata favorit yang paling sering dikunjungi oleh turis mancanegara. Berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia ini cukup mengundang perhatian wisatawan yang berkunjung.

Source:Twisata.com

Yang menjadi perhatian bagi wisatawan adalah pesona keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken yang memiliki habitat 390 spesies terumbu karang. Keindahannya tak tertandingi karena terdapat berbagai spesies ikan, reptil, mamalia laut dan moluska yang banyak.

Source: gocelebes.com

Taman Nasional ini menjadi perwakilan ekosistem laut di Indonesia. Meliputi terumbu karang, ekosistem pantai dan padang rumput laut.

 Source: superadventure.co.id

Source: travel.kompas.com

Dalam sejarahnya, Taman Nasional Bunaken didirikan pada tahun 1991 dan mencakup area dengan luas 890.65 km persegi.97% dari taman ini adalah habitat laut. Sementara itu 3% sisanya adalah daratan,mencakup daratan, meliputi lima pulau yaitu : Manado tua, Siladen, Naen, Mantehage dan bunaken. [beritasidrap.com]

Kotak Amal Dipasangi Kamera, Sedekah Pedagang Ini Mengagumkan

Bagi umat Islam, berinfak dan bersedekah merupakan cara yang lazim untuk berbagi kebaikan. Bahkan, caranya pun bisa beragam, mulai dari yang mutakhir melalui internet atau cara umum dengan memasukkan uang ke kotak amal.


Nah, melihat keunikan infak dan sedekah ini, laman penggalangan dana Kitabisa.com mencoba menggelar eksperimen sosial. Dalam eksperimen sosial untuk mengetahui donasi yang diberikan jemaah masjid, tim Kitabisa memasang kamera tersembunyi di dalam kotak amal.

Dari beberapa orang yang berdonasi, tim Kitabisa menemukan seorang pedagang di Pasar Kiaracondong, Bandung, Didi Suhardi, memberi donasi yang berbeda dari jemaah lainnya.

Saat ditanyai usai sholat, Didi mengatakan alasannya bersedekah. Didi mengaku bersedekah merupakan cara untuk berbagi rezeki.

" Jangan sampai termasuk orang kikir," ucap Didi.

Meski jumlah donasinya sudah diketahui, dengan rendah hati Didi tetap tak mau menyebutnya.

Bagaimana eksperimen sosial lengkap Kitabisa? Simak videonya di bawah ini.



[Sumber: dream.co.id]

Kepala Daerah Merauke 'Seorang Non-Muslim' Turut Memeriahkan Takbir Keliling

Kepala Daerah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Fredericus Gebze, seorang non-Muslim, bersama 5 tokoh turut memeriahkan takbir keliling yg diikuti ribuan umat Islam dan masyarakat non Muslim di Kabupaten Merauke. Acara berlangsung meriah, tertib dan ramai.


Umat Islam di Merauke hanya kisaran 38% dari total penduduk 250.000-an jiwa. Tapi, tidak ada pelarangan, ketakutan dan kekhawatiran berlebihan seperti halnya di ibukota Jakarta dan beberapa daerah berpenduduk mayoritas Muslim. Semua berawal dari niat baik dan kemauan keras untuk mengejawantahkan toleransi dengan sebaiknya dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika sebagai aksi nyata. Bukan sekedar klaim, slogan dan propaganda politik saja.

Sekali lagi, kami di Papua sudah selesai dengan toleransi. Toleransi sudah mendarah daging. Apalagi umat Islam, sejak 14 abad yg lalu toleransi sudah dicontohkan oleh junjunan kami tercinta, Sayyidina Rasulullah Muhammad saw.

Jika di Papua, di daerah minoritas kami bisa. Pertanyaan besarnya adalah kenapa di Jakarta dan daerah lain yg mayoritas banyak alasan yg membuat tidak bisa?

Ini sebetulnya tentang apa? Jumlah aparat keamanan saya yakin lebih dari cukup. Saya mengira ini adalah tentang kemauan. It's all about will. If there is a will, there is a way.

Saya hanya bisa membayangkan, yg berada di atas mobil terbuka itu adalah Presiden, Gubernur Jakarta, Kapolri, Panglima TNI, Menteri Agama bersama tokoh agama. Senangnya hati ini. Ah tapi sepertinya lagi-lagi hanya mimpi. Konser musik rok yg bukan budaya Nusantara lebih menarik perhatian daripada takbir keliling yg adalah representasi budaya Nusantara.

Duhai Tuan dan Puan pemangku kepentingan, tidak malukah kalian dengan kami di ujung Timur negeri yg jauh dari hingar bingar peradaban yg kadang kalian sebut kami daerah dengan ketertinggalan?

[By: FB - Azzam Mujahid Izzulhaq]

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Telah Menetapkan Lebaran Jatuh Pada Hari Sabtu 24 Juni

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat telah menetapkan 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah jatuh hari Sabtu, (24/6).


"Kami memulai satu Ramadan pada 25 Mei 2017, sehingga usai tiga puluh hari melaksanakan puasa langsung diikuti salat Id keesokannya," kata Pimpinan Naqsabandiyah Sumbar Syafri Malin Mudo di Padang, Selasa (20/6). Dikutip dari Antara.

Dia menyebutkan sistem penetapan Idul Fitri tetap sama setiap tahunnya, yang berbeda hanya hari dan tanggalnya. Ketetapan ini berdasarkan perhitungan atau hisab dengan menghitung malam.

"Bila dihitung sejak awal Hijriah hingga saat ini tepat setelah Ramadan langsung Idul Fitri," tambahnya.

Dia menyebutkan dalam salat Id mendatang akan dipusatkan di Musala Baitul Makmur, Pasar Baru Kecamatan Pauh Padang pukul 08.00 WIB.

Dia memprediksi akan ada ratusan jemaah yang berasal dari kota Padang, Solok, Payakumbuh dan daerah luar provinsi.

Di samping di Musala Baitul Makmur, ada puluhan masjid dan musala di Padang yang serentak melaksanakan kegiatan salat Idul Fitri tersebut.

Sebelum salat Idul Fitri, akan dibagikan Zakat Fitrah kepada masyarakat yang berhak menerima.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Padang Japeri Jarap mengajak masyarakat untuk menghormati antarsesama, termasuk dalam beribadah

[Sumber: merdeka.com]

Muhsin Hendricks, Gay Sekaligus Imam Masjid Terinspirasi Sodom Gomorrah

Muhsin Hendricks, Imam Masjid Rakyat, akan berusia 50 tahun pada bulan ini, Juni 2017. Memasuki masa senja, Muhsin mengakui bahagia hidup bersama putranya yang berumur 4 tahun dan kekasih sejatinya, seorang pria juga.


Kisah Muhsin yang menjadi artikel populer laman India Times, 29 Mei 2017, terbilang tak lazim. Ia adalah pengkhotbah dan imam masjid yang dibangun atas prakarsanya, "Masjid Rakyat" di Cape Town, Afrika Selatan.

Namun, selain pemimpin spiritual Islam, ia adalah homoseks alias gay. Teman pasangan sehidup-sematinya adalah seorang Hindu.

Sementara 'People's Mosque' yang dibangunnya membolehkan pasangan lesbian, gay, biseksual, maupun transeksual untuk beribadah serta belajar mendalami Islam.

Kesemua referensi mengenai Muhsin bisa dipastikan menjadi "dosa", bahkan aib bagi kebanyakan saudara seagamanya di belahan Bumi mana pun.


Alasannya, Al Quran -kitab suci agama Islam- juga memuat hikayat mengenai kota Sodom dan Gomorrah yang banyak penafsir menakwilkannya sebagai simbolisasi negatif kaum LGBT era arkais.

"Bagi saya, kita harus meninjau ulang penafsiran arus utama mengenai kisah Sodom dan Gomorrah. Kisah itu harus dikaji melalui penelitian faktual, rasionalitas, dan perspektif iman, itulah yang saya lakukan," tuturnya.

Setelah melakukan penelitian, Muhsin mendapatkan kesimpulan yang mengejutkan. Kisah tersebut tidak mengartikulasikan kaum LGBT adalah pendosa.

"Kisah kota Sodom dan Gomorrah dalam Al Quran tak pernah mempersoalkan orientasi seksual, termasuk homoseksualitas. Kisah itu sebenarnya menceritakan banyak lelaki yang menjadi korban pemerkosaan di kedua kota tersebut," terangnya.

Dengan demikian, Muhsin menganggap kisah Sodom dan Gomorrah dalam Al Quran itu justru menjadi ilham sebagai gerak pembebasan bagi kaum LGBT dari segala penindasan.

Berkat penelitiaannya mengenai kisah Sodom dan Gomorrah pada Al Quran, Muhsin beberapa dekade silam memutuskan menarik diri dari kehidupan sosial untuk mendalami Islam.


"Aku lantas pergi ke Pakistan saat berusia 21 tahun untuk memelajari Islam secara komprehensif. Setelahnya, aku membangun masjid ini dan mencoba berceramah kepada khalayak, terutama kaum LGBT," tuturnya.

Keputusannya untuk belajar agama Islam di Pakistan dipenuhi kisah-kisah getir. Sebab, ia harus bertahan dari serangan-serangan verbal dan lainnya dari rekan sejawat maupun dosen-dosen yang anti-homoseksual.

Agar bisa terus memelajari Islam di Pakistan, ia akhirnya memutuskan untuk menikahi seorang perempuan di Cape Town Afsel tahun 1991.

Melalui pernikahannya itu, Muhsin memunyai tiga orang anak. Namun, bahtera rumah tangganya hanya bertahan lima tahun. 1996, Muhsin resmi bercerai dari sang istri.

"Meski aku memunyai anak dan aku mencintai mereka, aku tetap merasa hampa dan salah. Sampai-sampai aku menderita depresi. Akhirnya aku dan mantan istriku memutuskan cerai pada saat itu," terangnya.

Untuk menenangkan hatinya setelah bercerai, ia lantas mengucilkan diri dari dunia luar. Selama tiga bulan ia hanya berada di sebuah lumbung untuk berefleksi atas keputusan dan hasratnya untuk menjalani hidup secara Islami sekaligus sebagai homoseksual.

"Akhirnya, setelah 80 hari berturut-turut aku berpuasa dan berserah diri kepada Allah, aku mendapat pencerahan. Saat itu aku memutuskan untuk merintah siar agama, membangun masjid, sekaligus menjadi homoseksual," tuturnya.

Ketika kehidupannya mulai membaik itulah ia berkenalan dengan pria yang kekinian menjadi teman hidup dan sekaligus partner seksualnya.

Muhsin tak mempersoalkan pasangan hidupnya itu tak seagama dengan dirinya.

"Manusia tak berhak menghakimi sesama manusia karena ada perbedaan. Sebab, penghakiman adalah hak mutlak Allah," tandasnya. [Sumber: suara.com]

Perusahaan di Beijing Ini Punya Ritual Cium Bos Setiap Pagi, Katanya Untuk Meningkatkan Etos Kerja

Setiap perusahaan tentunya memiliki masing-masing peraturan yang diterapkan kepada karyawannya. Namun apa jadinya ketika peraturan yang diterapkan perusahaan seperti terkesan ambil untung.


Itulah yang terjadi di sebuah perusahaan di duga berbasis di Beijing, China, yang mengharuskan karyawatinya untuk mencium sang bos setiap pagi di hari kerja.

Menurut Shanghaiist, para karyawati ini akan berbaris setiap pagi harinya dan memberikan kecupan bibir kepada sang bos.

Menurut bos tersebut, ide metode ini didapatnya dari dari sebuah perusahaan di Amerika Serikat.

Sebuah laporan mengatakan bahwa, si bos tersebut meyakini bahwa metode bernama “bonds them like fish and water” ini dapat membantu meningkatkan etos kerja di lingkungan perusahaan.

Sementara menurut laporan situ berita China, Sohu, ketika metode ini pertama kali diterapkan, para karyawan wanita perusahaan itu jadi malu dibuatnya, namun terbasa seiring waktu. Dua di antaranya memutuskan mengundurkan diri lantaran tidak menerima perlakuan itu. [Sumber: Straitstimes]

7 Foto Lucu Jokowi Saat Tersenyum, Apa Komentarmu?

Pernah lihat Jokowi saat tersenyum atau tertawa? Nah berikut ini ada beberapa foto Jokowi tertangkap kamera saat beliau tersenyum.

Mungkin beliau lagi melihat sesuatu yang lucu makanya dia tertawa...

Cepat dong fotonya, udah capek nih nahan senyum...

Terlihat kalau senyum Jokowi tidak dibuat-buat...

Udah ngantuk masih sempat memberikan senyuman yang indah...

Pasti dibisikan hal yang lucu-lucu, makanya beliau jadi tersenyum...

Senyum yang membahagiakan...

Senyum lagi malu-malu...

Nah, itulah tadi 7 foto lucu Jokowi saat tersenyum. Ini menandakan kalau beliau memang murah senyum.

Video 3 Menit Ini Akan Membuat Anda Meneteskan Air Mata, Seorang Ayah Terpaksa Berbohong Demi Kebahagiaan Anaknya

Sebuah video yang sangat menyentuh hati dan akan membuat anda meneteskan air mata. Dimana seorang ayah terpaksa membohongi anaknya demi kebahagiaan anaknya.


Anaknya menulis di selembar kertas tentang sosok ayah yang dikaguminya dan menyerahkan kepada ayahnya untuk dibaca.

Awalnya ayahnya begitu bahagia dan senyum-senyum saat membaca tulisan anaknya tersebut. Karena apa yang dituliskan anaknya itu menggambarkan seorang ayah yang bertanggung jawab.

Hingga saat membaca di bait terakhir dari tulisan tersebut, ayahnya pun terdiam dan mulai meneteskan air mata. Anaknya menuliskan ayah tukang "BOHONG"...

Penasaran? Simak langsung videonya berikut ini, dijamin kamu pasti nangis...

Jangan lupa di SHARE yah?!

[Video] Pemenang Oscar 2017 Ini Bacakan Surah Al Maidah 32 di Panggung

Academy Award atau Piala Oscar 2017 yang digelar pada 26 Februari 2017 lalu, ada sejumlah momen menarik yang terjadi di acara itu. Satu diantaranya adalah saat pidato dari pemenang film dokumentasi terbaik, yakni film ‘White Helmets’ yang mengutip salah satu ayat Al-Quran.


Sang sutradara film, Orlanda Von Einsiedel, dan produser film, Joanna Natasegara naik ke panggung untuk menerima penghargaan tersebut.

Yang mengejutkan dalam pidato kemenangan yang disampaikan Orlanda Von Einsiedel adalah karena ia mengutip salah satu ayat Al-Quran di atas panggung, yakni surat Al Maidah ayat 32, yang dikatakannya menjadi pedoman dalam kerja.

"Our organization is guided by a verse from the Koran: 'to save one life is to save all of humanity'," kata Von Einsiedel.

("Kelompok kami bekerja berlandaskan sebuah ayat dari Al Quran: ‘menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan seluruh umat manusia.")

Kutipan yang dikatakan Von Einsiedel adalah potongan surat Al Maidah ayat 32.

Allah Subhanallahu wata’ala berfirman:

وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

"Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan satu orang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." (QS Al-Maidah: 32)

Film berjudul White Helmets sendiri mengisahkan tentang dokumentasi perjuangan sebuah regu swadaya masyarakat di Suriah bernama Syria Civil Defence (SCD), atau yang lebih populer dengan nama White Helmets. Nama ini berdasarkan helm putih yang dipakai para sukarelawannya.

White helmets merupakan tim sukarelawan di Suriah yang bekerja untuk menyelamatkan masyarakat tak berdosa yang menjadi korban perang. Tim penyelamat ini dipimpin oleh seorang pria bernama Raed Al Saleh. [erm]

Lihat Videonya...